Elaine, remaja yang tumbuh dan besar di Jakarta, tiba-tiba harus pindah ke Bontang (Kaltim) karena harus mengikuti sang ayah yang seorang insinyur kimia asli Jepang yang ditugaskan untuk memimpin sebuah departemen di sebuah perusahaan besar di Bontang. Elaine terpaksa meninggalkan segala sesuatu yang selama ini begitu berarti baginya.
Di lain pihak, Tara memiliki gangguan
berat. Sebuah kecelakaan mengakibatkan dia kehilangan suaranya serta merenggut
nyawa sang ayah. Setelah kejadian itu, Ibu Tara harus melanjutkan kuliah ke
luar negeri. Tara harus diasuh oleh opa dan omanya.
Demi menuruti kata sang ibu, Tara terus
berjuang untuk melanjutkan hidupnya.
Lahang, keturunan Dayak, punya keinginan
yang sangat kuat. Ia tidak ingin hanya berkarya di kampungnya. Ayahnya sakit
parah. Tak ada yang tahu apa penyakitnya. Mereka hidup hanya berdua. Dan Lahang
terjebak dalam dilema. Memilih antara mencapai impiannya atau merawat sang
Ayah.
Tiga anak remaja itu dipertemukan dalam
sebuah grup Marching Band. Sebuah kelompok besar yang memiliki misi yang sama
besarnya. Rene, pelatih Marching Band dipilih untuk membawa Marching Band
Bontang ke tingkat nasional. Dan bagi Rene ini adalah tantangan besar memimpin
120 anak dari kota kecil. Mereka datang
dari berbagai latar belakang. Jadwal latihan mereka sangat padat, berat dan
keras. Elaine, Tara, dan Lahang berusaha meraih mimpi mereka secara profesional
walaupun banyaknya masalah kehidupan mereka masing-masing. Dengan kegigihan dan
perjuangan, grup Marching Band ini berhasil memenangkan kompetisi tingkat
nasional.
Moral tulisan ini : agar kita terus
berjuang dalam menggapai apa yang kita inginkan, sesulit apapun kondisi kita
saat ini. Karena dengan kerja keras, dan tekad yang kuat kita pasti bisa meraih
apa yang kita inginkan


Komentar
Posting Komentar